Artikel ini diambil dr berbagai sumber.....menjadi tulisan awal saya karena kebetulan saat ini adik sy sedang mendapat masalah yg sama dengan penulis artikel2 dibawah ini, skalian mohon izin, mhn mf dan trmkash, smoga ini bisa bermanfaat bg siapa saja...terutama untuk adik saya.
1
Tahukah kamu tentang Rubella?
Frenz…
Ini bukan nama restoran atau mall. Apalagi judul lagu seperti yang diceploskan salah satu teman terbaik-ku.
Ini virus yang mengerikan bagiku dan bagi ibu-ibu hamil lainnya.
Rubela atau dikenal juga dengan nama Campak Jerman adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Rubella. Virus biasanya menginfeksi tubuh melalui pernapasan seperti hidung dan tenggorokan. Anak-anak biasanya sembuh lebih cepat dibandingkan orang dewasa. Virus ini menular lewat udara.
Gejala infeksi Rubella :
* Pembengkakan pada kelenjar getah bening.
* Demam diatas 38 derajat Celsius.
* Mata terasa nyeri.
* Muncul bintik-bintik merah di seluruh tubuh.
* Kulit kering.
* Sakit pada persendian.
* Sakit kepala.
* Hilang nafsu makan.
Rubella juga biasanya ditularkan oleh ibu kepada bayinya, makanya disarankan untuk melakukan tes Rubela sebelum hamil. Bayi yang terkena virus Rubella selama di dalam kandungan beresiko cacat. Kelainan bawaan yang bisa ditemukan pada bayi baru lahir adalah tuli, katarak, mikrosefalus, keterbelakangan mental, kelainan jantung bawaan dan kelainan lainnya.
Rubella itu tidak berbahaya bagi calon ibu, tetapi sangat berbahaya bagi janin yang dikandungnya yang dapat mengakibatkan beberapa gangguan diatas.
Jadi...
Jumat, 20 Februari 09 aku kontrol ke dokter kandunganku dan hasil tes darah yang pernah kujalani menunjukkan bahwa IgG rubella positif 131,9 Iu/ml; IgM rubella negatif.
Ga mungkin! Aku hampir terduduk lemas di kursi ruang kontrol itu. Ko2 Tommy pun pucat melihat hasil tes yang tergeletak di atas meja praktek sang dokter. Tetapi saking sibuknya siang dokter, dia hanya mengatakan itu tidak berbahaya.
Aku tahu resiko yang akan diterima janin bila ada virus rubella dalam tubuh ibunya, padahal aku baru saja melihat gerakan bayiku dari layar USG. Aku juga melihat bayiku sudah memiliki bentuk tangan dan kaki. Panjang dan lebar tubuh bayiku pun berkembang pesat. 2 minggu yang lalu panjangnya sekitar 7cm; lebarnya 2,23cm, hari itu panjang bayiku 13cm; lebarnya sekitar 6 cm. Aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada bayi kami.
Aku benar-benar meminta yang terbaik bagi bayi kami pada Tuhan. Ko Tommy pun berdoa khusus untuk bayi dalam kandunganku yang kini berusia 7 minggu.
Sabtu, 21 Februari 09 jam 7 malam Ko Tommy menelpon aku pada saat dia sedang bermain bulutangkis dengan rekan-rekan dokter. Dia bertanya pada salah satu dokter kandungan juga yang cukup dekat dengannya.
Dokter : “Baguslah kalau IgG-nya positif. Yang penting IgM-nya negative kan?”
Ko Tommy : “Bagus gimana,dok? Istri saya itu tahu kalau rubella itu bahaya untuk
janin.”
Dokter : “Gini Tom, kalau IgG itu positif berarti istrimu sudah pernah
terkontaminasi rubella beberapa tahun yang lalu dan berhasil diatasi.
Sekarang rubella itu tetap ada dalam tubuh istri-mu tetapi menjadi
system imun atau kekebalan tubuh. Sedangkan IgM itu merupakan virus
rubella aktif yang dapat merusak perkembangan janin.
Ko Tommy : “Jadi, aman, Dok?”
Dokter : “100% aman,Tom. Bahkan kalau ada virus rubella aktif yang masuk
dalam tubuh istri-mu, kalian ngga perlu kuatir lagi karena sudah ada
system Imun alami yang bisa memerangi virus aktif itu utk berkembang
lebih jauh.”
Betapa leganya aku ketika ko Tommy menelpon dan menjelaskan pembicaraanya dengan rekan dokter yang dijumpainya di lapangan bulutangkis. Aku bener2 bersyukur pada Tuhan untuk segala perlindungan-Nya.
So Girlz…
Aku menyarankan, lebih baik kalian cek kesehatan secara menyeluruh sebelum masuk pada masa kehamilan. Dan jauhi binatang-binatang peliharaan berkaki 4 dan berbulu. Jauhi juga unggas family. Karena binatang berkaki 4 berbulu dan juga unggas family adalah sumber virus dari penyakit Toksoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes yang notabene semuanya itu berbahaya di masa kehamilan dengan resiko cacat bawaan pada bayi bahkan bisa membunuh bayi dalam kandungan.
2
Kenali Virus Rubella Sejak Dini
21-05-2008 12:03
Infeksi virus Rubella merupakan penyakit ringan pada anak dan dewasa, tetapi apabila terjadi pada ibu yang sedang mengandung virus ini dapat menembus dinding plasenta dan langsung menyerang janin. “Rubella” atau dikenal juga dengan nama Campak Jerman adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Rubella. Virus biasanya menginfeksi tubuh melalui pernapasan seperti hidung dan tenggorokan. Anak-anak biasanya sembuh lebih cepat dibandingkan orang dewasa.
Virus ini dapat menular lewat udara. Selain itu Virus Rubella dapat ditularkan melalui urin, kontak pernafasan, dan memiliki masa inkubasi 2-3 minggu. Penderita dapat menularkan virus selama seminggu sebelum dan sesudah timbulnya “rash” (bercak merah) pada kulit. “Rash Rubella” berwarna merah jambu, akan menghilang dalam 2-3 hari, dan tidak selalu muncul untuk semua kasus infeksi.
Sindroma rubella kongenital terjadi pada 25% atau lebih bayi yang lahir dari ibu yang menderita rubella pada trimester pertama. Jika ibu menderita infeksi ini setelah kehamilan berusia lebih dari 20 minggu, jarang terjadi kelainan bawaan pada bayi. Kelainan bawaan yang bisa ditemukan pada bayi baru lahir adalah tuli, katarak, mikrosefalus, keterbelakangan mental, kelainan jantung bawaan dan kelainan lainnya.
Maka disarankan bagi para Ibu untuk melakukan tes Rubella sebelum hamil. Bayi yang terkena virus Rubella selama di dalam kandungan beresiko cacat. Gejala lain adalah berat badan rendah, trombositopeni, kelainan tulang, kelainan kelenjar endrokin, kekurangan hormon pertumbuhan, diabetes atau radang paru-paru. Jadi Rubella itu tidak berbahaya bagi calon ibu, tetapi sangat berbahaya bagi janin yang dikandungnya yang dapat mengakibatkan beberapa gangguan diatas.
Gejala infeksi Rubella :
* Pembengkakan pada kelenjar getah bening.
* Demam diatas 38 derajat Celsius.
* Mata terasa nyeri.
* Muncul bintik-bintik merah di seluruh tubuh.
* Kulit kering.
* Sakit pada persendian.
* Sakit kepala.
* Hilang nafsu makan.
Seorang ibu positif Rubella hanya apabila hasil laboratorium menunjukan Rubella IggM-nya positif, tapi apapibla Rubella IgM-nya negatif dan Rubella IgG-nya positif, Toxo IgG & IgM -, itu berarti si ibu mempunyai antibodi atau daya tahan tubuh terhadap virus Rubella, sedang virus Rubellanya sendiri tidak ada. Jadi tidak perlu mengkonsumsi obat-obatan yang berlebihan, karena selain membahayakan si Ibu juga membahayakan bagi janin.
Rubbi Widiantoro adalah kontributor swaberita dan dapat dihubungi di rubbi_widiantoro@yahoo.com
3
Hi mom, saya coba jelaskan berdasarkan pengetahuan saya ya, mudah2an Dr.Kennia
or Dr. Nina Spog ada posting sehingga bisa bantu menjelaskan lebih detail lagi.
Rubella dalam dunia kedokteran indonesia biasa diartikan sebagai campak
jerman,penyakit ini disebabkan oleh virus bernama rubella.Mesti secara klinis
mirip dengan campak biasa , namun sebenarnya penyakit ini sangat berbeda,bila
penyakit campak biasa tergolong penyakit infeksi saluran napas,dimana virus ini
measles hanya menyerang saluran pernapasan,walau terkadang manifestasinya juga
bisa menyerang bagian saraf,justru campak rubella dapat menyerang bagian sarf
atau otak yang kemudian manifestasinya baru kebagian kulit ditandai dengan
timbul bercak merah seperti campak biasa.
Virus rubella biasanya hidup didaerah tropis,subtropis,atau juga pada daerah
yang memiliki musim semi,virus ini akan mati pada suhu dingin yaitu -20 derjat
celcius ,masa inkubasi virus ini dari gejal flu ringan hingga muncul
bintik-bintik merah dapat terjadi pada kurun waktu 7 sampai 20 hari.Saat virus
masuk kedalam tubuh maka daya tahan atau kekebalan tubuh diserang lalu diserang
dengan daya tahan kekebalan tubuh dan berhasil ,virus akan abortus atau gugur
dan tidak sampai jadi penyakit,sebalik nya jika virus berhasil menyerang
kekebalan daya tahan tubuh maka akan menimbulkan penyakit sehinga muncullah
gejala klinis.Virus rubella tidak sama dengan virus yang lainnya seperti flu
burung,virus ini tidak memiliki perantara lain baik berupa bintang maupun
tumbuhan akan tetapi penularan dapat terjadi melalui via udara.
Tepatnya saat jepretan atau percikan dahak penderita rubella masuk ketubuh
orang lain,virus ini juga bisa menular melalui cairan tubuh seperti
keringat,jika daya tahan tubuh kuat maka virus tersebut akan mati,dan sebalik
nya jika daya tahan tubuh lemah maka virus akan bersemayam dalam tubuh.
Pada saat ditemukan dulu campak rubella atau gemany measles ini menjadi
pemerhati bagi para dokter yang ada di jerman sehingga mereka sangat antusias
sekali sehingga nama penyakit ini diberi nama germany measles atau campak
jerman.
Gejala campak jerman ini hampir sama dengan campak biasa yaitu ditandai
dengan demam yang berkepanjangan namun dengan suhu yang tidak tinggi,disusul
dengan flu,pusing-pusing ,mual, lemah, nyeri otot, dan pada tingkat lanjut
menimbulkan bercak atu bintik merah pada kulit diseluruh tubuh.
Pada penyakit campak jerman ini bintik merah atau bercak merah yang terdapat
pada tubuh jika diraba terasa kasar dan tebal,pada tahap awal bercak atu bintik
merah hanya terdapat terlihat pada bagian belakang telinga, hingga menyusul
pada bagian seluruh permukaan kulit.
Keluhan tersebut merupakan gejala yang paling lengkap dimana sudah terdeteksi
dengan adanya virus rubella dalam tubuh orang tersebut.Campak biasa dan campak
jerman atau rubella ini cenderung sama-sama menyerang anak,serta penularan dari
ibu hamil kejanin yang tengah dikandungnya.
Khusus pada ibu hamil rubella akan membuat janin tumbuh dengan tidak sempurna
yang akirnya menyebabkan cacat seperti lumpuh bahkan tidak sedikit pula yang
meyebabkan keguguran,terakhir ada dugaan sementara bahwa virus rubella ada yang
menyerang ibu hamil sehingga menyebabkan anak tersebut mengalami autisme.
Seorang ibu yang sudah terkena rubella sebelum hamil maka ketika hamil ia
malah memiliki kekebalan tubuh terhadap virus tersebut,kekebalan tubuh si ibu
terhadap virus rubella itu akan ikut masuk ketubuh janin dengan begitu ,janin
tidak akan terkena rubella hingga kemudian si anak lahir dan berusia satu
tahun.
Jika paparan virus Rubella terjadi pada empat minggu pertama masa kehamilan
pada ibu yang belum kebal, dapat menyebabkan infeksi pada janin yang dinamakan
Congenital Rubella Syndrome (CRS). Tanda klasik yang timbul pada janin yang
terinfeksi pada masa awal kehamilan adalah katarak, penyakit jantung, tuli dan
gejala lainnya. Ini disebabkan pada awal kehamilan terjadi pembentukan
organ-organ penting bayi.
Faktor yang paling menentukan tingkat kecacatan pada bayi adalah kapan
terjadinya paparan infeksi. Jika terjadi pada 3 bulan pertama, 50% janin
kemungkinan ikut terinfeksi, namun jika terjadi pada 3 bulan kedua, hanya satu
per tiga bayi yang kemungkinan akan ikut terinfeksi.
salam
susi (gerard's mom)
4
kehamilan dengan IgG CMV positif
Konsultasi oleh: Yunita Maslim, dr.
Dok,saya wanita berusia 29 tahun. saat ini sedang hamil. 3 hari lalu saya
baru cek darah dengan hasil Ig M Anti CMV negatif 0,20 dan Ig G Anti CMV
positif 49. menurut dokter gimana? apa yang harus saya lakukan?
terima kasih
salam sehat Dewi,
Kadar IgM (Imunoglobulin M) menandakan adanya antibodi dalam tubuh anda yang melindungi tubuh anda dari kondisi infeksi SAAT INI (infeksi yang sedang berlangsung), sedangkan IgG (imunoglobulin G) menandakan adanya antibodi dalam tubuh terhadap infeksi MASA LAMPAU (infeksi yang sudah lewat).
Jadi bila kadar IgM anti CMV anda negatif, berarti anda SAAT INI TIDAK
menderita infeksi virus cytomegalovirus.
Dan, kadar IgG anti CMV yang positif, berarti anda PERNAH terkena infeksi virus tersebut di masa lalu dan saat ini malah memberikan anda dan bayi anda PROTEKSI terhadap virus cytomegalovirus.
Selamat.
semoga berguna
5
RUBELLA
oleh : Redaksi [ 2008-08-02 03:21:13 ]
Penyakit rubella pada anak Campak Jerman adalah penyakit yang disebabkan oleh virus rubella. biasanya ringan. Rubella disebut juga sebagai campak 3 hari, karena biasanya anak dengan rubella akan membaik dalam waktu 3 hari.
Keadaan yang paling berbahaya adalah jika virus rubella menginfeksi janin karena hal ini dapat mengakibatkan sindroma rubella kongenital. Infeksi virus pada janin dapat terjadi jika wanita yang sedang mengandung terserang virus rubella pada 4 bulan pertama usia kehamilannya.
Bagaimana virus rubella menular?
Virus yang terdapat pada percikan lendir saluran napas dapat disebarkan ke udara saat anak yang sedang terinfeksi rubella bersin, batuk, atau berbicara. Anak atau orang lain yang berdekatan dapat tertular jika menghirup udara yang mengandung virus tersebut.
Jika rubella menyerang wanita hamil pada 3 bulan pertama usia kehamilannya, maka ibu ini dapat menularkan virus pada janinnya melalui plasenta. Keadaan ini disebut sebagai infeksi rubella kongenital dan dapat menyebabkan sindroma rubella kongenital.
Bagaimana proses perjalanan penyakit rubella?
Masa inkubasi yaitu waktu yang diperlukan sejak masuknya virus rubella kedalam tubuh sampai timbulnya gejala penyakit berkisar antara 14-21 hari. Biasanya gejala bersifat ringan berupa demam. Nyeri sendi dapat terjadi pada anak perempuan yang sudah besar dan orang orang dewasa. Tanda yang paling khas adalah pembesaran kelenjar getah bening di daerah belakang kepala, belakang telinga, dan leher bagian belakang.
Umumnya pembesaran kelenjar getah bening ini disertai dengan rasa nyeri. Keadaan ini kemudian diikuti dengan munculnya ruam yang dimulai pada daerah muka dan menyebar dengan cepat ke seluruh tubuh dalam waktu 1 hari. Ruam dan demam biasanya menghilang dalam waktu 3 hari.
Infeksi rubella kongenital dapat menyebabkan sindroma rubella kongenital yang terdiri dari:
pertumbuhan janin yang terhambat (merupakan kondisi yang paling sering terjadi)
* katarak yang dapat terjadi pada satu atau kedua mata. Katarak adalah pemutihan lensa mata sehingga mengakibatkan kebutaan menetap. Kelainan katarak ini biasanya disertai dengan bola mata yang kecil.
* kelainan jantung bawaan
* hilang fungsi pendengaran akibat proses infeksi yang terjadi pada saraf pendengaran
* radang otak dan selaput otak
Bagaimana mengobati infeksi rubella?
Tidak ada obat spesifik untuk mengobati infeksi virus rubella. Obat yang diberikan biasanya bersifat untuk meringankan gejala yang timbul. Hanya saja pada anak-anak dan orang dewasa, gejala-gejala yang timbul adalah sangat ringan.
Bayi yang lahir dengan sindroma rubella kongenital, biasanya harus ditangani secara seksama oleh para ahli. Semakin banyak kelainan bawaan yang diderita akibat infeksi kongenital, semakin besar pula pengaruhnya pada proses pertumbuhan dan perkembangan anak.
Biasanya infeksi rubella kongenital dipastikan dengan pemeriksaan serologi segera setelah bayi lahir, yaitu dengan terdeteksinya IgM Rubella (imunoglobulin M) pada darah bayi.
Bagaimana mencegah penularan virus rubella?
Cara yang paling efektif adalah dengan pemberian imunisasi. Saat ini imunisasi yang dapat diberikan untuk mencegah rubella adalah dengan pemberian vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella).
Pemberian imunisasi MMR pada wanita usia reproduktif yang belum mempunyai antibody terhadap virus rubella amatlah penting untuk mencegah terjadinya infeksi rubella kongenital pada janin. Setelah pemberian imunisasi MMR, penundaan kehamilan harus dilakukan selama 3 bulan.(Sumber :artikel kesehatan)
6
Rubella Kongenitalis
DEFINISI
Rubella Kongenitalis adalah suatu infeksi oleh virus penyebab rubella (campak Jerman) yang terjadi ketika bayi berada dalam kandungan dan bisa menyebabkan cacat bawaan.
Istilah Jerman tidak ada hubungannya dengan negara Jerman, tetapi kemungkinan berasal dari bahasa Perancis kuno "germain" dan bahasa Latin "germanus", yang artinya adalah mirip atau serupa.
Sebelum ditemukan vaksin rubella pada tahun 1969, wabah rubella terjadi setiap 6-9 tahun. Wabah terutama menyerang anak-anak yang berusia 5-9 tahun dan dewasa, tetapi ada juga kasus yang menyebabkan rubella kongenitalis.
Saat ini, setelah pemakaian vaksin rubella, kasus rubella kongenitalis telah menurun secara dramatis dan hampir jarang terjadi.
PENYEBAB
Penyebabnya adalah virus rubella, yang bisa ditemukan di tenggorokan, darah dan tinja penderita.
Penularan virus terjadi melalui percikan ludah dan cairan dari hidung dan tenggorokan. Tetapi penularan juga bisa terjadi melalui darah dari ibu hamil kepada janin yang dikandungnya.
Seorang penderita bisa menularkan virus ini 1 minggu sebelum timbulnya ruam kulit sampai 1 minggu setelah ruam kulit menghilang.
Pada anak-anak biasanya penyakit ini bersifat ringan, tetapi pada wanita hamil bisa menyebabkan rubella kongenitalis pada janin yang berada dalam kandungannya.
Rubella kongenitalis terjadi akibat perusakan oleh virus pada saat janin sedang berkembang. Saat yang paling kritis adalah trimester pertama. Setelah usia kehamilan mencapai lebih dari 4 bulan, infeksi rubella pada ibu tampaknya tidak membahayakan janin yang sedang berkembang.
Seorang ibu hamil yang tidak mendapatkan imunisasi rubella memiliki resiko menderita nfeksi rubella dan menularkannya kepada janinnya.
GEJALA
Gejalanya berupa:
- ruam kulit (purpura atau peteki)
- berat badan lahir yang rendah
- mikrosefalus (kepala yang kecil)
- ubun-ubun menonjol
- lemas
- rewel
- gangguan pendengaran
- tuli
- kejang
- ketegangan otot abnormal
- kornea keruh atau pupilnya putih (leukokoria)
- keterbelakangan motorik
- keterbelakangan mental
- kelainan pada garis telapak tangan (simian crease).
Kelainan jantung bawaannya berupa:
- PDA (patent ductus arteriosus)
- Stenosis arteri pulmoner
- Koartasio aorta dan kelainan aorta lainnya
- Kelainan septum ventrikel (ventricular septal defect, VSD)
- Nekrosis otot jantung.
Ruam rubella
Sindroma rubella
DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan adanya riwayat infeksi rubella pada ibu selama hamil (terutama pada trimester pertama).
Pemeriksaan mata menunjukkan:
- katarak
- glaukoma
- retinitis .
Pemeriksaan yang biasa dilakukan:
- Pemeriksaan air kemih, lendir hidung-tenggorokan dan cairan serebrospinal (untuk menemukan virus)
- Skrining TORCH positif
- Kadar IgM (IgM khusus untuk rubella).
PENGOBATAN
Perawatan yang dilakukan tergantung kepada organ yang terkena:
# Gangguan pendengaran diatasi dengan pemakaian alat bantu dengar, terapi wicara dan memasukkan anak ke sekolah khusus
# Lesi jantung diatasi dengan pembedahan
# Gangguan penglihatan sebaiknya diobati agar penglihatan anak berada pada ketajaman yang terbaik
# Jika keterbelakangan mentalnya sangat berat, mungkin anak perlu dimasukkan ke institusi khusus.
Untuk mencegah rubella kongenitalis, diberikan vaksinasi rubella sebelum hamil. Vaksin tidak boleh diberikan kepada ibu hamil.
Semua wanita muda yang belum pernah menderita rubella harus divaksinasi dan baru boleh hamil 3 bulan setelah menjalani vaksinasi.
dari berbagai sumber.....semoga bermanfaat.
Sabtu, 05 Juni 2010
Langganan:
Postingan (Atom)